Laman

Please Select The Desired Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

24 Des 2011

Drama Seekor Lalat


Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. "Saya bosan dengan sampah-sampah itu. Ini saatnya menikmati makanan segar!" katanya. 

Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. 

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, bolak-balik demikian terus dan terus, berulang-ulang. Hari makin petang. Si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan, dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. 

Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka. 

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini Pak? Mengapa dia sekarat?" 

"Oh.. itu sering terjadi. Ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustrasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita." 

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?" 

Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah mahluk yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali agar berhasil. Hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama," 

Ingatlah kawan, jika setiap sesuatu dilakukan dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan sama seperti lalat itu.

0 komentar:

Posting Komentar