Laman

Please Select The Desired Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

25 Feb 2012

Sejarah Bantal yang Kita Gunakan


Kebiasaan menggunakan bantal saat brrbaring sudah dikenal sekitar 7.000 tahun sebelum masehi silam. Situs workingmomwm.hubpages.com menjelaskan bahwa bantal pertama kali dipakai oleh bangsa Mesopotamia yang menghuni wilayah antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris atau yang dikenal saat ini sebagai Irak.

Bantal yang ada sekarang, tidaklah sama dengan yang ada saat itu, dimana bantal yang digunakan masih terbuat dari batu. Hal itu dibuktikan melalui  penemuan peninggalan arkeologi yang sempat ditemukan dalam proses ekskavasi di Mesir.

Selain di Mesopotamia, bantal juga digunakan oleh masyarakat Mesir kuno. Hanya saja bantal yang digunakan oleh bangsa Mesir sedikit lebih lembut dari pada bantal batu bangsa Mesopotamia. Tapi, bangsa Mesir saat itu sebenarnya tidak terlalu menyukai menggunakannya, mereka lebih suka meletakkan kepalanya di atas pilar bangunan.

Bantal lembut juga dikenal oleh masyarakat Cina kuno. Bedanya, batal lembut di Cina memiliki hiasan berupa gambar-gambar. Bantal kuno bangsa Cina ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 960 masehi.

Seperti halnya bangsa Mesir kuno, bangsa Cina saat itu juga tidak terlalu menyukai menggunakan bantal lembut untuk tidur. Mereka percaya bahwa bantal lembut adalah pencuri energi saat digunakan waktu tidur. Karena itu, masyarakat Cina lebih menggunakan bantal berbahan kayu atau bambu yang tergolong keras.

Memasuki abad pertengahan, bantal mulai digunakan oleh bangsa Eropa. Saat itu, penggunaan bantal menjadi simbol bagi status kedudukan sosial tertentu, dimana mereka yang menggunakan bantal adalah masyarakat berstatus sosial menengah ke atas.

Saat bantal dijadikan simbol status sosial, Raja Henry VII sebagai pemimpin kerajaan Inggris ingin mengubah paradigm secara drastis. Ia kemudian melarang semua orang menggunakan bantal saat tidur, kecuali wanita hamil. Sejak saat itulah para pria di Eropa enggan menggunakan bantal, meskipun ada  mereka akan dianggap sebagai pria lemah.

Memasuki abad ke-19, pandangan itu mulai pudar. Bantal bahkan kemudian dianggap sebagai alat bantu yang menjadikan tidur lebih nyenyak. Hal itu menjadikan bantal empuk diproduksi secara masal. Bahan baku yang digunakan pun mulai beragam, ada yang berisi kapas, dakron, bulu angsa, dan sebagainya. Bahkan bantal kini telah menjadi trend dan hal wajib bagi hampir setiap orang untuk menemaninya saat beristirahat.

3 komentar:

Posting Komentar