Laman

Please Select The Desired Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

29 Feb 2012

Selalu Ada Bus Lain


Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang berada di suatu halte menunggu kedatangan bus. Saat itu saya melihat ada seorang perempuan tua turun dari sebuah bus yang kelihatannya penuh oleh penumpang. Wanita itu kemudian berjalan perlahan ke tempat dimana saya berada. Setelah berdiam beberapa saat ia berbicara kepada saya. "Malam yang buruk, ya? Tapi saya harap saya tidak perlu menunggu terlalu lama." 

Dengan sedikit ingin tahu, saya bertanya tentang bis mana yang ia tunggu. Ketika ia memberi tahu. bahwa bus  yang ia tunggu adalah bus yang sama dengan ia tumpangi tadi, saya menjadi heran dan bertanya lagi, "Lho, Anda baru saja turun dari bus yang sejurusan dengan tujuan anda, lalu mengapa anda turun sebelum sampai ke tempat yang anda tuju?" 

"Begini," katanya terbata-bata dengan sedikit malu, "di bus tadi ada seorang pemuda cacat. Tak seorang pun menawarkan tempat duduk kepadanya, dan saya tahu bahwa dia akan merasa malu kalau seorang ibu tua seperti saya berdiri untuknya. Karena itu saya berpura-pura sudah waktunya untuk turun dan saya membunyikan bel ketika ia sedang berada di sisi kursi saya. Dia pasti tidak akan merasa malu duduk ditempat saya, dan bagi saya masih selalu ada bus lain."